life and its complexity

Di Tangan Siapa

November 5, 2009 · 4 Comments

reaching2

 

Di tangan siapa?

Apa artinya 3 kata di atas?

Basically ide ini aku dapetin pas tadi pagi lagi mikir2 sendiri karena dulu aku pernah baca artikel kurang lebih isinya gini.

 

Sebuah palu di tangan kita mungkin gak berarti apa2, tapi di tangan tukang kayu, sebuah palu bisa buat bangunan kayu yg useful.

Sebuah kuas di tangan kita mungkin gak berarti apa2, tapi di tangan seorang pelukis, sebuah kuas bisa hasilin lukisan yang indah.

Sebuah pensil di tangan kita mungkin gak berarti apa2, tapi di tangan seorang penulis, sebuah pensil bisa hasilin tulisan yg menginspirasi.

 

Jadi sebenernya fokusnya bukan di objeknya, tapi ada di tangan siapa sih objek itu?

Gimana sih cara si subjek menghandle objeknya?

 

Dan ini bener2 applicable di hidup kita sehari2. We’re living in a world full of challenges and problems.

Prinsip “Di Tangan Siapa” ini sebenernya gambarin gimana hubungan 2 arah kita ke Tuhan di tngah2 dunia yg “gila” ini.

 

1. Terkadang ada masalah yg inevitable dalam hidup kita. Dan namanya masalah itu biasa dateng di waktu yg gak memungkinkan.

Istilahnya gak jarang saat kita lagi hectic bgt, masalah malah tambah banyak dan bikin kita rasanya mo nyerah aja.

Aku kadang mikir kok Tuhan berani ya ambil resiko.

Kenapa  Tuhan ambil resiko?

Karena saat Tuhan kasih masalah, Tuhan kan gak tau aku bakal nyerah ato gak. Gimana kalo aku malah nyerah dan ninggalin Tuhan?

Kenapa sih Tuhan gak bikin hidup enak2 aja lah, biasa2 aja. Ada masalah ya boleh tapi yang wajar2 aja lah.

Ternyataaaa…

Aku baru tau kalo hidup wajar2 aja gak bisa bikin kita naek ke level lebih tinggi. Gak bisa bikin kita lebih dewasa.

Hidup anak Tuhan gak boleh biasa2 aja tapi harus luar biasa. Justru klo anak Tuhan gak ada masalah, malahan aneh.

Then gak jarang kita nanya, why me God? Why me?

Jawabannya satu aja. Karena Tuhan tau kita mampu. Karena Tuhan tau saat masalah itu dikasih ke kita, gak melebihi kekuatan kita.

Sekarang masalah itu ada di tangan kita, yg penting bukan masalahnya, tapi gimana cara kita handlenya.

Di tangan siapa masalah itu?

Somehow kita malah harus bersyukur artinya Tuhan percaya sama kita.

 

2. Sekarang saat masalah itu udah ada di tangan kita dan kita brasa gak sanggup. Apa  yang harus kita lakukan?

Masalah apapun itu, gimana cara kita handlenya?

Tergantung ke tangan siapa kita serahkan masalah kita.

Saat kita berserah sama Tuhan, artinya kita ada di tangan yang benar. So there’s nothing to worry about.

Tapi saat kita tetep tahan masalah itu di tangan kita, cepet ato lambat kita pasti capek dan lelah.

 

So that is it. Skali lagi, yang penting bukan objeknya.

Yang penting bukan masalahnya.

Jadi gak peduli seberapa dekat exam tiba, seberapa nyebelin orang2 di sekitar kita, seberapa gak mengertinya orang2 akan problem kita

Juga bukan tentang seberapa lelahnya kita untuk menunggu dan seberapa capeknya kita untuk berjalan lebih jauh.

Tapi ini semua tentang:

-Tuhan percaya untuk izinin masalah itu ada di tangan kita, sekarang terserah kita mau taruh masalah itu di tangan yang benar, atau tetep tahan masalah itu sendirian-

 

-NEVER GIVE UP, NEVER GIVE IN, NEVER LET A RAY OF DOUBT SLIP IN-

-IT’S OK TO FALL 1000 TIMES, BUT JUST WAKE UP 1001 TIMES-

-BE BLESSED-

 

→ 4 CommentsCategories: Religious

Still How Far

November 2, 2009 · Leave a Comment

How far should I go God?

How long should I keep running?

Through this long road ahead


I don’t even know where’s the end

I don’t even know if it has an end anyway

Tell me when should I stop

And will I ever get the chance

To breathe again

To smile again


Discover how to laugh and smile a little

In spite of all the tears and sorrows


*just keep running, keep running!! close your eyes and put your trust in Him*

→ Leave a CommentCategories: Simple Thoughts

Learning to Grow

November 1, 2009 · 1 Comment

A will to grow up, may be broken by circumstances

A spirit to learn, may also fade by circumstances

A commitment to be thankful, may also be distracted by circumstances

So why should people take a stand for things that are right

If at any sudden the right one could just shift easily to the wrong one

And why should people try their best to learn

If they all end in giving up

But realise…

Don’t you know

It takes a lifetime

To be a winner in life

Coz winners are not those who never fail

But those who never quit

You may fell a thousand time

But just wake up 1001 times

~Karena buluh yang terkulai takkan dipatahkanNya

Dia kan jadikan indah, sungguh lebih berharga

Sumbu yang tlah pudar takkan dipadamkanNya

Dia kan jadikan terang untuk kemuliaanNya~

tes

Life is a running track. Keep running till u got nothing left.

→ 1 CommentCategories: Simple Thoughts

Dare to see the invisible

September 3, 2009 · 3 Comments

Setelah sekian lama gak update2 blog =D akhirnya aku kepikiran untuk update lg blog ini, skalian record what I’ve experienced in my days, and hope that somehow it can be such lessons for the readers..  =D Gak kerasa, udah hampir sebulan lebih aku tinggal di Singapore.. Pastinya perlu bnyk adaptasi karena udah belasan taon tinggal di Indo gitu.. Tapi yg bikin aku bersyukur bgt adalah, disini selain belajar mandiri, aku jg belajar untuk lebih depend on Jesus alone.. Namanya di negara orang, aku ngerasa bgt gak ada keluarga yg biasa brg2 kita terus.. Untung masih ada temen2 yg sama2 dari Indo.. Tapi tetep aja more than that, disini kalo yg namanya jalan tanpa Tuhan, itu gak mungkin bgt..


Live in a foreign country is challenging indeed.. Kemaren itu aku baru share sama temenku, bahwa apa sih yg aku pelajarin hari2 ini? Aku terus belajar gimana untuk tetep jd stable and excel in spite of the challenges around me.. Kadang2 kalo ketemu lecture ato tutorial yang sulit, aku ngerasa putus asa sesaat. Pengennya sih give up aja kalo bisa.. Tapi pada akhirnya aku sadar kalo itu gak bener. Karena ada quote yg blg kaya gini. “A ship is safe in the harbour. But it is not what the ships are made for.” Bisa2 aja kita maunya tetep stay di comfort zone kita, maunya enak aja, gak berani nyoba something new, tapi inget bahwa bukan untuk itulah kita diciptakan. So aku belajar gimana untuk walk out of my comfort zone. Saat kita mau open ke environment kita, mereka juga akan welcome ke kita.

Selain itu yg paling penting yg aku rasain adalah gimana kita bs punya relationship yg istilahnya “closer than close” to God.. Aku baru sadar gak bisa aku bikin habit untuk bdoa n baca Firman sebelum tidur aja. Kadang masuk bahannya aja nggak, yg ada cuma formalitas doang. Biar gak ngerasa bolong SaTe. Tapi untuk bisa bertahan kita perlu jd murid yg setia. Setia dalam arti gimana kita menyiapkan waktu khusus buat Tuhan di tengah kesibukan kita. Gimana kita mau minta diberkatin lebih lagi, gimana kita mau minta dikasi tanggung jwb lebih besar, kalo dengan waktu kita yg skrg ini aja, kita gk punya waktu buat Tuhan?

Aku jg belajar untuk tetep say “Lord You are good” and mean it in every word. Sebenernya aku belajar ini saat kemaren itu ada persekutuan pelajar Indonesia di NTU. Kalo lagi enak sih gampang aja blg Lord You are good. Tapi kalo kita lagi bad mood, keadaan lagi gak enak, lagi putus semangat, masih bisa gak kita ngomong, “Jesus for sure u are always good in my life”?

Terakhir aku belajar untuk dare to see the invisible. Belajar mengucapkan kata2 iman. Karena iman itu timbul dari pendengaran. Ada 1 lirik lagu dari Israel Houghton (bole dicari di youtube kalo mo ntn.. hehe) judulnya your latter will be greater. Kira2 begini liriknya

You latter will be greater than your past,
you will be blessed, more than you could ask.
Despite all that has been done, the best is yet to come

Aku belajar buat percaya dgn His promises in my life. I choose to believe that my best and blessed day is waiting in front of me. I believe that semua berkat yg aku terima ini luar biasa, tapi masi bnyk lagi yg akan Tuhan kasih buat aku ke depannya. Saat aku nerapin attitude seperti ini, yg aku dapet adalah, saat kita dare to see the invisible, God will do all things that seems impossible. When we have a positive attitude toward life, life will give out its best as well. Kalo hukum Newton blg force of action equals to force of reaction, kita gak bs slalu control action of environment toward us, but we can always control our reaction toward it.


So segini aja sharingnya, i hope that these simple lines can be a blessing for those who read this. =D please drop some comments as well.. hehehe God bless u and have blessed days ahead.. =D

→ 3 CommentsCategories: Experience

Be Thankful

December 20, 2008 · 6 Comments

Guyz, akhir2 ini scara tiba2 ada satu hal yg gw sadarin.. it is the thought which said that kita gak akan pernah bahagia sblum kita bisa bersyukur tentang sgala sesuatu yg terjadi dalam hidup kita.. knapa demikian? sebenernya ada banyak alesannya, tapi saya cuma akan bahas beberapa di antaranya.

1. Naturenya manusia itu adalah manusia gak akan pernah puas, selalu ingin lebih dan lebih lagi.. Menurut saya hal ini baik.. Karena kalau manusia terlalu cepet puas dengan keadaannya, maka kita gak akan hidup di peradaban manusia yg bisa modern seperti skrg.. Tapi, aiming for a higher stage of life doesn’t mean we forget to be thankful.. Menurut saya hal-hal terkecil apapun yg terjadi dalam hidup kita perlu kita syukurin.. Apapun itu.. Standard hidup kita tuh beda-beda.. Misalnya, orang yg punya talenta 1 memandang bahwa yg punya talenta 2 hidupnya lebih bahagia.. Tapi dia gak tau bahwa yg punya talenta 2 melihat yg punya talenta 5 baru bisa bahagia.. Guyz, sampai kapan kita gak akan bisa bahagia klo kita gak bisa mensyukuri apa yg kita punya, hal2 yg kecil2 sekalipun berharga kalau datangnya dari Tuhan..

2. People frequently have bad self images about themselves.. Terlalu banyak orang yg blg gini, “aduh sayang ya gw kurang pintar”,  “aduh sayang muka gw gak secantik dia”.. Jujur, dulu pun saya selalu merasa demikian.. Saya selalu melihat orang lain lebih baik dari saya.. Nah, pikiran-pikiran negatif seperti ini cuma jadi limitor dalam hidup kita.. Coba kita analisa, gimana ya perasaan Tuhan  kalau Tuhan yg nyiptain kita denger kita ngomong spt itu.. Tuhan itu nyiptain kita bukan tanpa perencanaan dan bukan iseng-iseng doang.. Tapi Dia punya rencana buat kita dan jalan hidup kita udah ada dalam tanganNya.. Kalau kita punya bad self image tntg diri kita sndiri, sama aja dengan kita gak ngehargain Tuhan yg udah begitu semangatnya buat nyiptain kita..

3. We are as we are only because of Grace.. Kalo kita sadar bahwa tanpa anugrah Tuhan kita gak bisa jadi seperti skrg dan kita bukan apa-apa, maka kita sama skali gak punya alasan untuk gak bersyukur..

Sukacita itu termasuk Buah Roh loh, which means hal itu harus ada dalam hidup kita.. Hidup kita gak boleh biasa-biasa aja, tapi kita harus hidup sukacita/bahagia.. So, untuk hidup sukacita/bahagia itu kuncinya cuma satu, jangan lupa untuk slalu belajar untuk bersyukur.. Ok guyz.. Itu aja, smoga bisa memberkati ^^

→ 6 CommentsCategories: philosophy

The Joy of Serving Others

September 23, 2008 · 4 Comments

Guyz, kali ini saya pengen bgt ngebahas topik seputar pelayanan kita pd sesama, dr sudut pandang sy pribadi.. Minggu-minggu ini saya dapat banyak bgt pelajaran berharga dari relationship saya dgn orang-orang di sekitar saya.. Dari hal-hal yang simple, tnyata bgitu bnyk pelajaran yg bisa kita ambil..

Minggu ini adalah minggu yg sgt sibuk, karena bnyk tugas menumpuk dan ulangan2 berhubung sebentar lagi mau libur lebaran.. Along the way, saya nemuin banyak bgt temen-temen yang kayanya lgi bnyk masalah.. Dan saya juga dikasi kesempatan untuk melayani orang lain di berbagai kesempatan, misalnya dalam program tutor dan program buka puasa dari OSIS dan sebagainya.. Saat itu kondisi saya sendiri jg sdg tidak baik, saya sdg sakit, flu berat.. Selain itu juga banyak hal-hal yang berkecamuk di pikiran saya.. Namun puji Tuhan banget krn Dia kasih saya kekuatan, tidak sekedar untuk bertahan, namun juga untuk membantu orang-orang di sekitar saya.. Saat itu apa yang saya rasakan setelah memberi pelayanan sama org lain di saat kondisi saya pun sedang tidak baik? Saya merasa lebih bisa bersyukur dengan hidup saya, dan saya merasa berguna karena berkat Tuhan memampukan saya menjadi berkat untuk orang lain..

Pada akhirnya, saya ngobrol dengan beberapa teman saya mengenai pelayanan pada sesama ini.. Dan sampailah saya pada suatu kesimpulan.. Menurut saya, hidup manusia itu akan bisa jauh lebih bahagia saat kita bukan fokus pada diri sendiri, tapi kita fokus pada pelayanan atau apa yang bisa kita lakukan untuk membuat dunia ini lebih baik.. Karena saya merasakan sendiri sukacita dari pelayanan itu sangat luar biasa.. Sebenernya kenapa sih kita harus mau belajar melayani? Karena Tuhan udah kasih kita banyak banget berkat, yang tentunya bukan untuk kita simpan sendiri.. Jangan pernah menyimpan berkat Tuhan untuk diri kita sendiri, tapi jadilah saluran berkat buat orang lain.. Biarlah orang lain juga merasakan berkat yang sama..

Dasar dari semua pelayanan yang kita lakukan untuk sesama adalah kasih.. Seperti perintah Tuhan, kita harus mengasihi sesama kita manusia seperti kita mengasihi diri sendiri.. Jangan pernah kita menjadi makhluk yang egois, namun bagikanlah apa yang kita punya, sesedikit apapun itu, untuk orang lain..

berikan apa yang bisa kita berikan, berikan smuanya dengan hati

sesibuk apapun kita, at least kita masih diberikan waktu.. sempatkanlah membantu teman-teman kita

selelah apapun tubuh kita, at least kita masih diberi kekuatan.. sempatkanlah menanyakan kondisi teman-teman kita

sebanyak apapun masalah kita, at least kita masih dapat bertahan.. maka tetaplah memberikan kata-kata pembangunan untuk teman-teman kita

sebanyak apapun air mata kita, at least kita masih punya bnyk hal untuk bisa tertawa.. maka hapuslah air mata teman-teman kita dengan perhatian yang simple dari kita

karena apa gunanya kita memiliki harta terbanyak di dunia, jika hanya untuk kepuasan sendiri?

apa gunanya Tuhan kasih kepintaran buat kita, jika kita tidak mau membaginya untuk orang lain?

dan apa gunanya hidup kita jika kita cuma hidup untuk diri sendiri?

pergunakanlah apapun yang kita miliki untuk melayani Tuhan dan sesama.. Buatlah Tuhan tersenyum karena Ia tidak memberikan berkat pada orang yang salah… Karena Ia memberikan berkat pada orang yang tau bagaimana caranya bersyukur, dan bagaimana caranya menyalurkan berkat yang diterima pada orang lain..

→ 4 CommentsCategories: philosophy

The Law of Idealism & Realism

September 14, 2008 · 12 Comments

Ngomong-ngomong ttg idealisme, sbenernya apa sih yg dimaksud dgn idealisme?

Jadi critanya gini, waktu itu saya lg ikt perpisahan Band di Bandung.. Pas malam terakhir kita makan-makan di Kampung Daun.. Kita makan lesehan.. Karena malam terakhir so kita spend waktu abis makan utk ngobrol2.. Saat itu salah seorang temen saya kasi pertanyaan seperti ini:

Misalnya ada sebuah rel KA bercabang ke kanan dan ke kiri.. Pada suatu hari rel yang sebelah kanan posisinya sdg ditutup palang, otomatis KAnya akan jalan ke rel yang kiri.. Namun kondisinya di rel sebelah kiri ada 10 anak-anak kecil sedang bermain bola.. Dan di rel sebelah kanan ada 1 orang dewasa sdg berjalan kaki.. Dalam waktu 15 detik, kereta akan lewat.. Walau penjaga rel KA sudah teriak2 mengingatkan anak-anak tsb, mereka tidak mendengarnya karena sedang asik bermain bola.. Jika kita adalah penjaga rel KA yang punya hak untuk memindah2kan palang, apa yang akan kita lakukan?

1. Membiarkan palang tetap di tempatnya sehingga 10 anak-anak kecil akan tertabrak

2. Atau memindahkan palang tersebut sehingga 1 orang dewasa yang dalam posisi benar akan tertabrak

Saat itu saya memilih pilihan yang pertama.. Namun mayoritas teman-teman saya memilih pilihan kedua.

Sebenarnya apakah alasan saya memilih pilihan pertama? karena menurut saya si orang dewasa ada dalam posisi yg benar.. Jadi tidak adil jika saya membiarkan dia menjadi korban atas kesalahan orang lain.. Walaupun ada korban yang lebih banyak, tpi menurut saya memang itu yang seharusnya terjadi.. Menurut saya tidak seharusnya kita mengubah kebenaran hanya berdasarkan belas kasihan dan semacamnya.. Namun yang seharusnya ada adalah keadilan.. Orang yang berada di posisi yang benar harus diperlakukan dengan benar, demikian sebaliknya..

Setelah itu teman saya menjelaskan maksud dari pilihan kita tersebut..

Jika kita memilih pilihan pertama, artinya kita adalah orang yang idealis.. Artinya merupakan orang yang keras dan mengambil keputusan berdasarkan mana yang benar dan mana yang salah..

Jika kita memilih pilihan kedua, artinya kita menjadi orang yang realistis.. Artinya lebih menggunakan hati dalam bertindak.. Dan masih mempertimbangkan belas kasihan dalam mengambil tindakan..

Sebenarnya dalam tindakan sehari-hari saya tidak selalu menjadi orang yang idealis.. Menurut saya, saya adalah orang yang realistis jika menyangkut hubungan/personal relationship dengan orang lain.. Tapi memang saya orang yang idealis dengan hal-hal yang menyangkut teknis..

Idealis.. Orang yang idealis sering dibilang, “terlalu tidak realistis, terlalu prinsipal, sok suci, munafik, dsb”… Benarkah seperti demikian? Kita tidak bisa menjudge seorang idealis dengan hal-hal demikian.. Karena menurut saya idealis adalah paham/pandangan hidup seseorang yang harus dihormati juga.. Ketulusan seseorang tidak bisa dinilai dari pandangan hidupnya..

Realis.. Orang yang realis sering dibilang, “tidak punya prinsip, terlalu mudah kasihan sama orang, dsb”.. benarkah demikian? Ada keadaan-keadaan yang membutuhkan hati dan perasaan saat mempertimbangkannya.. Tidak semua hal yang ada di dunia ini bisa dicerna secara logika, namun perlu ditelaah dengan hati..

Saat mengamati orang-orang di sekitar saya, saya sering melihat bahwa ternyata pada kenyataannya tidak ada orang yang idealis 100% maupun realis 100%.. adanya adalah orang yang cenderung idealis ataupun cenderung realis.. Karena memang kita membutuhkan both principles and heart to analyze evrything in this life..

Karena itu jangan pernah takut dengan kecenderungan kita sebagai idealis atau realis.. 1 prinsip yang selalu saya pegang sampai sekarang, orang-orang sekitar kita cenderung menjudge kita baik/buruk.. Dan itu wajar, karena setiap orang punya sisi chauvinis dalam dirinya, yang menanggap karakter yang dimilikinya adalah paling baik.. Namun jangan pernah merasa goyah karena comment orang-orang skitar kita.. Trimalah comment itu sebagai masukan yg membangun.. Tapi jangan mau dijatuhkan karena comment itu..

Guyz, tetaplah menjadi idealist yang menggunakan hati, atau tetaplah menjadi seorang realist yang menggunakan logika dan prinsip-prinsipmu.. Yang pasti adalah analisalah segala sesuatu di dunia ini dgn kebenaran absolut yaitu Firman Tuhan.. Dijamin, kita tidak akan pernah salah langkah..

Thx guyz, smoga artikel ini bisa memberkati.. ^^

→ 12 CommentsCategories: philosophy

The Law of Suceed

September 13, 2008 · 7 Comments

Akhir-akhir ini seperti biasa topik yang paling panas adalah seputar universitas dan jurusan… Di sekolah juga stiap pagi selalu ada pengumuman ntah penawaran beasiswa, pndaftaran pmdk yg dibuka, penjualan formulir, career club, dsb… Karena itu terlintas lah di pikiran sya tentang tujuan kuliah jangka panjang.. Tujuannya pasti adalah agar kita bisa berpenghasilan sndiri nantinya.. Namun sebenarnya urutan prioritas yang baik dalam memilih jurusan adalah  bagaimana ya? Pada dasarnya, pemikiran saya ini membawa saya pada definisi sukses yang saya inginkan..

Sejak SD-SMA sekarang, pelajaran/bidang favorit saya adalah matematika.. Mengapa demikian? karena saya bisa mengerjakan soal-soal dengan baik kah? tidak selalu.. ada saat-saat dimana saya kurang bisa menguasainya, namun saya selalu enjoy dalam mengerjakan soal-soal matematika.. Karena itu, saya consider untuk ambil jurusan matematika di uni.. Sebenernya kputusan ini juga masi blum pasti.. Karena ada juga beberapa jurusan lain yang membuat saya cukup tertarik, such as computer science and math & economics.. Nah dalam menghadapi pertanyaan orang-orang, biasa saya dengan spontan menjawab, “mungkin mau ambil mat kali.” trus mereka menanggapi lagi, “mat murni??!”.. trus saya jawab lagi, “yah gak tau juga sih, mungkin iya.” trus hampir smua orang yg mendengarnya lansung bilang gini “hah? yakin? mau kerja apa? jadi guru?”.. mnurut saya di pikiran bbrp orang menjadi guru adalah pekerjaan yg biasa2 saja, bahkan ada bbrp orang yang underestimate pekerjaan tersebut.. Namun saat orang-orang berkata demikian sama saya, saya selalu berpikir, memangnya adakah yang salah dengan menjadi seorang guru?

Dari kacamata dunia ini, klasifikasi status sosial seseorang salah satunya adalah dari jenis pekerjaannya.. Misalnya: kalau jadi guru biasa aja, karirnya gak berkembang, kalau jadi dokter tuh baru hebat..

Nah pikiran-pikiran semacam itu yang berbahaya.. Kalau menurut saya pekerjaan itu gak ada yg hebat ataupun gak hebat.. Memang betul menjadi guru dan insinyur pasti berbeda dari segi penghasilan.. Namun jika kita mau melihatnya tidak hanya dari skup yang sempit, kita menemukan bahwa sebenarnya hebat/tidaknya pekerjaan itu brasal dari hati kita..

Menurut saya, definisi sukses adalah jika kita bisa melakukan hal yang kita sukai, dengan great passion, shingga kita bisa give out our best, dan memberi pelayanan untuk dunia ini.. Jika seseorang menjadi dokter karena keinginan orang tua misalnya, lalu dia menjadi dokter terkenal namun tidak bahagia, apakah itu yang disebut dengan sukses? Lebih baik menjadi seniman karena keinginan sendiri, namun kita selalu antusias dan semangat dalam mengerjakannya.. Walaupun penghasilannya tidak sebanyak dokter, tetap saja menurut saya yang sukses adalah si seniman..

Jangan pernah membatasi definisi sukses dari segi penghasilan dan prestige.. Jangan pernah terpengaruh dengan paradigma dunia yang salah.. Karena jika demikian, sangat ironis keseluruhan hidup ini hanya diukur dari segi materi.. Namun lakukanlah hal-hal yang menurut kita seharusnya kita lakukan.. Lakukan hal-hal yang kita senangi dengan penuh passion, antusiasme, semangat.. 3 kunci itulah yang akan membuat kita sukses dalam konteks luas..

Karena hidup ini bukan hanya sekedar materi, karena hidup ini bukan hanya urusan prestige, dan juga bukan ttg mana yang lebih hebat atau mana yang tidak hebat..

Karena hidup ini adalah mengenai principles and heart desires, karena hidup ini adalah mengenai pelayanan.. Lakukanlah hal-hal yang kita ingin lakukan, karena kita cuma punya 1 kehidupan dan 1 kesempatan untuk melakukannya..

→ 7 CommentsCategories: philosophy

The Law of Friendship

September 13, 2008 · 6 Comments

Lord, I lift my friend to you, I’ve done all that I know to do

Complicated circumstances have clouded his view

I fear that I won’t have the words that he needs to hear

I pray for Your wisdom o God, and a heart that’s sincere

Lord I lift my friend to you, my best friend in the world

I know he means much more to you

I want so much to help him, but this is something he has to do

So that Lord I lift my friend to You

kira-kira begitulah penggalan dari lirik lagu “Prayer for a Friend” yg dinyanyiin “Casting Crowns”.. Pertama kali saya denger lagu ini, saya lgsg suka.. Karena selain nadanya enak (akustik gitu), trus kata-katanya jg sgt menyentuh.. Dan saya belajar cukup banyak dari lagu ini… Beginilah kira-kira analisanya..

Yg pertama, saya belajar untuk selalu membawa teman-teman saya dalam doa.. Saya biasa renungan + doa malam-malam, soalnya kalau pagi biasa susah bangun.. Jadi stiap kali saya berdoa, saya membiasakan diri untuk menyebutkan nama teman-teman yang terlintas di pikiran saya, dan mendoakan mereka.. Kenapa begitu? Karena menurut saya, jika saya mengasihi seseorang, cara terbaik untuk mengasihinya adalah dengan selalu giving support berupa doa..

Yg kedua, akhir-akhir ini ada perasaan yang tidak enak di hati saya mengenai seorang teman.. Saya peduli padanya, namun sygnya saya agak terganggu dengan kebiasaan/karakternya.. Walaupun saya sudah mengenalnya cukup lama, namun baru akhir-akhir ini karakter itu sgt mengganggu saya.. Saya sudah pernah menasehatinya, namun rasanya sulit sekali untuk membuat dia berubah.. Ternyata saya salah! Saya sebagai teman harus bisa menerimanya apa adanya.. Teman yang baik adalah teman yang selalu memberi support dan menerima kondisi temannya sndiri, baik buruknya.. Jadi adalah baik jika kita berusaha memberi tahu seseorang mana yg bnr mana yg salah.. Namun saat orang itu tidak kunjung berubah, itu adalah karakternya, dan kita harus belajar menerimanya.. Persis seperti penggalan lagu di atas..

Yg ketiga, saya belajar untuk mengenal hati Bapa.. Saat kita care dengan teman-teman kita, percayalah Bapa kita juga lebih care lagi dengan mereka.. Dia adalah Bapa yang concern dengan lingkungan kita, dengan teman-teman kita.. Percayalah dimanapun kita ditempatkan, siapapun teman-teman kita, itu ada dalam rencana Tuhan.. 1 hal yang selalu saya percaya, orang yang keluar masuk hidup saya ada dalam pengaturan Tuhan.. sebesar atau sekecil apapun peran seseorang dalam hidup kita, jgn pernah meremehkannya, krn mereka adalah orang-orang yang Tuhan kirimkan buat kita.. Mereka ada dalam proses yang akan membawa hidup kita ke tingkat yang lebih tinggi…

So, sejauh ini 3 hal di atas adalah yang saya pelajari berkaitan dengan kondisi yang saya alami akhir-akhir ini + lirik lagu di atas.. I hope this article can be a blessing for u all.. Gbu

→ 6 CommentsCategories: philosophy

The Law of Dreams & Uncertainty

September 9, 2008 · 4 Comments

well, saya jd inget bbrp tahun yg lalu.. saat itu keb Paskah di greja, trus ada 1 pernyataan dari pendetanya yang sangat saya suka.. pendeta itu blg “di dunia ini gak ada lagi tempat yg aman.. 1 pun tidak.. tmpt yg aman cuma ada dalam perlindunganNya”.. mgkn kesannya pernyataan itu biasa aja.. tapi entah kenapa pas saya denger, rasanya sgt2 mengena dan berasa.. sekarang dimana-mana tingkat kriminalitas naik drastis, makin bnyk variasi penyakit dan virus2, bencana alam, dsb.. trus dimana donk tmpt kita berlindung? kita semua pengen aman, itu pasti! kita semua mencari perlindungan, namun semuanya selalu berubah.. gak ada yg tetap.. yg kita kira aman trnyata skrg menjadi tidak aman.. jika kita gak hidup di dalam Yesus, hati kita gak akan pernah tenang.. Bawaannya selalu gelisah.. Namun saat kita hidup dalam Dia, bagaimanapun kacau balaunya keadaan sekeliling kita, dia memampukan kita tetap tenang, memberi damai sejahtera sama kita..

Sebenernya saya jg gak bs menerapkan konsep ini scr completely dlm hidup saya.. masih sering bgt perasaan takut dan perasaan negatif lainny mencoba merebut hari-hari saya.. Tapi sekali lagi perjalanan kehidupan kita dalam Tuhan itu gak pernah instan, namun ada proses dan progres pastinya…

Sebenernya kenapa sih saya tiba-tiba keinget lagi sama khotbah itu?

Jadi ceritanya gini, berhubung saya udah kelas 3, skrg stiap kali ketemu orang pasti nanyanya, “mau kuliah apa? ambil jurusan apa?“.. Kadang-kadang capek sih ditanyain gitu.. Soalnya setiap kali ditanyain makin kepikiran deh.. tapi yah memang wajar sih, itu kan topik yg jg plg sering diomongin sesama ank kls 3.. klo bicara ttg kuliah ada bbrp dari kita yg selalu blg masi blum tau, dsb.. namun sbnrny deep inside our heart, ada beberapa dari kita yang uda punya tujuan dan impian sendiri.. Setiap kita diberi impian masing-masing untuk memilih.. Namun semuanya serba tidak pasti kan? Belum tentu diterima, belum tentu lulus test, belum tentu ini dan itu, dsb.. Jujur akhir2 ini hal yang suka mengusik pikiran saya yah ttg uni dan jurusannya itu.. Karena saya punya impian untuk masuk uni yg saya suka, namun kayanya smuanya serba masih gamang.. Saya cuma apply ke 2 uni yg saya mau masuk.. Koq rasanya terlalu beresiko ya.. Tidak ada 1 pun yang menjamin saya diterima kan? Terus gimana dong kalo saya gak kterima di 2-2nya? Masa depan saya terjamin gak ya? Masi ada gak ya uni yang mau terima saya di akhir-akhir? Ntar kalau dapet uni yang jelek kerja saya gimana ya ke depannya?

Nah, inilah pikiran yang salah.. Pikiran-pikiran inilah yg akan membatasi saya untuk mencapai impian saya.. Karena saat kita punya pikiran negatif seperti itu, kondisinya adalah we limit the unlimited God who is able to enable us to reach our dreams… jgn pernah mau batasin kondisi kita dgn reality, dgn kenyataan yang ada.. Misalnya pada kenyataannya IQ kita tidak terlalu baik, lalu kenapa? masa kita mau membatasi pengembangan diri kita pada IQ yg sgitu? Jgn pernah membatasi diri kita sendiri.. Kita punya potensi yang tidak terbatas, masalahnya mau gak kita mengembangkannya?

Jadi, sekarang apa solusi dari segala ketidakpastian dan kekhawatiran saya ttg future life saya?  Saya sedang dalam proses belajar untuk selalu berpikir positif.. Saya pasti bisa masuk uni yg saya mau.. Saya pasti diterima.. Mungkin ada yg bertanya, “bagaimana kalau pd kenyataannya mimpi dan keyakinan tidak sesuai kenyataan? kita bakalan kecewa dong?”.. Nah, itu resiko yang harus dihadapi.. Tapi jangan sekali-kali ketakutan akan resiko kecewa tersebut membuat kita membatasi mimpi kita..

Ingatlah bahwa di dunia ini tidak ada 1 hal pun yang bisa menjamin kita.. Otak kita kah? Harta kita kah? Tidak ada yang bisa.. Semua ditentukan oleh Tuhan dan rencanaNya yg dr smula sudah ada buat setiap dari kita.. Lalu apa gunanya lg kita khawatir dan terlalu banyak berspekulasi ttg masa depan kita? Semua ada di tanganNya, semua indah pada waktuNya.. Tugas kita hanyalah bermimpi dan berusaha.. jgn lupa give passion in evry single thing we do.. Kekuatan kita terletak pada semangat kita

→ 4 CommentsCategories: philosophy